Pages

Surat

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama                                                       : Fajar Alfiansyah Prasetyo
Jenis Kelamin                                           : Laki-Laki
Tempat, Tanggal Lahir                              : Bekasi, 11 Januari 1993
Alamat                                                     : JL Jatiwaringin Bekasi
No.KTP                                                  : 212.111.6231.1234

Memberikan kuasa kepada,

Nama                                                       : Diantama Wahyu Alfiani
Alamat                                                     : JL Jatiwaringin Bekasi
No. KTP                                                 : 234.3333.22.56.78
Untuk pengambilan:
Satu Buah Yunit                                       : BPKB Honda City Vtec 2011
Nopol                                                      : B 1183 KFZ
Warna                                                     : Crystal Black
No. Mesin                                               : G168-ID- 602036
No. Angka                                              : YKMS8874U-201001.

Demikianlah Surat Kuasa ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana semestinya.

                                              Tanggal, 17 Agustus 2017




Fajar Alfiansyah Prasetyo                                                                             Diantama Wahyu Alfiani 

Laporan

Laporan Dalam Bentuk QC

Quality Control ( QC) merupakan dasar untuk pekerjaan dan jasa yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang harus dipraktekkan oleh semua personel dari Organisasi dalam kegiatan sehari-hari mereka. Meningkatkan kualitas dengan bekerja secara sistematis, sesuai dengan prosedur formal, yang dirancang untuk mencegah atau menghilangkan kesalahan sebelum terjadi . Ini akan menjadi tanggung jawab Manajer Proyek untuk memastikan bahwa prosedur ini dilaksanakan secara konsisten dan efektif, bahwa mereka direview secara berkala untuk mencerminkan persyaratan Kontrak sepanjang lama kerja karyawan.
Hal ini telah menjadi tanggung jawab dari Manager Quality Control untuk terus memantau pelaksanaan rencana Quality Control untuk membangun dan memasukkan ke dalam sistem praktik dan prosedur yang diperlukan, dan memastikan kepatuhan terhadap Rencana Pengendalian Mutu melalui audit berkala.
Pelaksanaan Quality Control merupakan sistematis program inspeksi dan kontrol produksi untuk mencapai standar dan kualitas yang dibutuhkan untuk menghindari masalah akibat ketidakpatuhan dan hal-hal lain yang di lakukan anggota karyawan .

Pencarian Titik Temu Agama dan Kemiskinan

Judul:  Rakyat Kecil, Islam dan Politik
Penulis: Martin van Bruinessen
Penerbit:  Gading, Yogyakarta, 2013














Tebal: xvii + 482 Halaman

Kemiskinan di wilayah urban telah lama menjadi masalah, sebab dari sinilah persoalan-persoalan yang lebih luas meluber. Kriminalitas, pengangguran, hingga konflik sosial adalah sebagian dari daftar panjang luberan masalah tersebut.
Martin van Bruinssen, peneliti asal Belanda, secara cermat mencatat masalah tersebut dalam sebuah penelitian. Penelitian tersebut dilakukan di sebuah kawasan kumuh di kota Bandung pada pertengahan tahun 1980-1990-an.

Karangan Ilmiah

KARANGAN ILMIAH


Karangan ilmiah merukapan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu ,disusun menurut metode tertentu dengan sistematika yang bersantun bahasa dan isinya dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya.
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah :
1.                  Memberi penjelasan
2.                  Member komentar atau penilaian
3.                  Memberi saran
4.                  Menyampaikan sanggahan
5.                  Membuktikan hipotesa

Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.

CIRI-CIRI KARYA ILMIAH
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari   pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
PERBEDAAN KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.
2. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

SIFAT KARYA ILMIAH
Berbeda dengan tulisan fiksi (novel, puisi, cerpen), karya ilmiah bersifat formal sehingga harus memenuhi syarat.Beberapa syarat tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Lugas dan tidak emosional